
Pada umumnya,manusia mencintai manusia maka mereka biasanya tak hendak pergi jauh dari yang di cintainya.Namun tidak demikian dengan para sahabat Nabi.Para sahabat Nabi adalah orang” yang sangat mencintai Nabi,namun jika kita menggali kisah dan akhir hidup mereka,banyak dari para sahabat yang justru meninggal di luar kota Madinah,bahkan jauh dari jazirah Arabia.Para sahabat mencintai Rosullullah dengan cara menyebarkan risalah.Mereka menginginkan lebih banyak manusia yang juga turun mencintai dan mendapat keberkahan dengan mencintai Rosullullah.Itulah tanda dan bukti kecintaan para sahabat kepada Rosullullah.Amr bin Ash misalnya,makamnya bisa di temui di tengah kota Istanbul,Tuski menyeberang lautan dan berpindah benua.Abu Ayyub al-Anshari,nama lain dari sahabat Khalid bin Zaid,juga meninggal di Istanbul.Saad bin Abi Waaqash,makamnya di sudut wilayah Cina.Ada juga tokoh seperti Abu Dzar al-Ghifari,yang memiliki pekerjaan tetap sebagai pengembara.Bukan sembarang pengembara,tapi pengembara yang selalu membawa peringatan bagi yang lupa.Sepeninggal Rosullullah saw di bawah khalifah”yang meneruskan kekuasaan,Islam berkembang sangat pesat dan mengelola wilayah yang sangat besar.Gubernur”di utus dan disebar.Maka tugas Abu Dzaradalah mengingatkan para penguasa agar tidak berlebihan.
Sumber” literatur Cina menyebutkan,menjelang seperempat abad ke 7 sudah berdiri perkampungan Arab muslim di pesisir pantai Sumatera.Dalam kitab sejarah Cina yang berjudul Chiu T’hang Shu disebutkan cina pernah mendapatkan kunjungan diplomatik dari orang” Ta Shih,sebutan untuk orang Arab,pada tahun 651 M atau 31H.Empat tahun kemudian,dinasti yang sama kedatangan duta yang dikirim oleh Tan mi mo ni”.Tan mi mo ni adalah sebutan untuk Amirul Mukminin.Dalam catatan tersebut,duta Tan mi mo ni’menyebutkan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dan sudah tiga kali berganti kepemimpinan.Artinya,duta Muslim tersebut datang pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan.Buya Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam mengungkapkan,pada tahun 674 sampai 675 M duta dari orang” Ta Shih(Arab)untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rosullullah sendiri Muawiyah bin Abu Sufyan.Bahkan mereka di teruskan sampai ke pulau jawa.Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini melakukan observasi di tanah jawa.Ekspedisi ini mendatangi kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan.Tradisi pengembaraan dalam islam terus berlangsung dan di wariskan dari generasi ke generasi.Kian tahun,kian bertambah duta” dari timur tengah yang datang dari Nusantara.Pada massa Dinasti Umayyah,ada sebanyak 17 duta muslim datang ke Cina.Pada Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negara Cina.Bahkan pada pertengahan abad ke 7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton.Tanpa pengembara”agung dalam sejarah Islam tentu sejarah akan berjalan lain dan mungkin tidak seperti hari ini.Hutang kaum muslimin kepada para pengembara dan penjelajah dalam dunia islam demikian besar,tak ada cara yang bisa dilakukan untuk membalasnya.Satu satunya cara adalah meneruskan dakwah yang telah diretas oleh para pendahulu dan penghulu dakwah.Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan dari seluruh yang mereka kerjakan dan dari seluruh yang mereka wariskan.

0 komentar:
Posting Komentar