
Hijrah dalam kamus” bahasa arab berakar pada huruf ha-ja-ra,yang berarti pisa,pindah dari satu negri ke negri lain.Namun dalam terminologi islam,hijrah sering di artikan dengan meninggalkan negri yang tidak aman menuju negri yang aman demi keselamatan dalam menjalankan agama.Dalam sejarah perjalanan dakwah,hampir semua para nabi,khususnya ulul azmi,pernah melakukan hijrah.Hijrah secarah fsik yang dikenal dalam islam,hijrah sebagian sahabat,yang terbanyak dari kalangan hus tad’afin(orang” yang lemah secara politik&ekonomi),ke negri Habasyah sebanyak dua kali.Sikap permusuhan orang-ornag quraisy yang semula berbentuk cemoohan dan serangan-serangan verbal lainnya berkembang dan meningkat menjadi pengejaran dan penganiyaan secara kasar dan keras.ketika melihat kondisi di Mekkah semakin memburuk,Nabi Muhammad saw mengizinkan sebagian pengikutnya untuk mencari keamanan di negri Abssinia (Ethiopia)yang penduduknya beragama nasrani,rajaunya bernama Najasyi(negus)yang dikenal adil dan bijak.Kematian istri Rosullullah Khadijah dan pamannya Abi talib pada saat yang hampir bersamaan,yakni tahun ke-10 dari kenabian,membuat kehidupan dan ruang geraknya menjadi semakin sempit,sehingga tahun itu dikenal sebagai tahun ‘Am al-Huzn(tahun duka cita).Kelapangan diharapkan datang dari negri Ta’if(kurang lebih 65km dari Mekkah)yang dipimpin oleh kerabatnya dari bani saqif.Akan tetapi ketika Rosullullah berkunjung kenegri itu,penduduknya melemparinya dengan batu yang membuat Rosullullah terluka yang ketika itu disertai oleh Zaid bin Haritsah memutuskan untuk kembali ke Mekkah setelah mendapat jaminan dari Mut’im bin Adi.
Peristiwa Isra dan Mi’raj telah memberikan penawar hati bagi Rosullullah.Segala penderitaan yang diterima dari kaumnya bukan karena Allah SWT meninggalkan atau memurkainya,tetapi merupakan sunnatullah,yaitu sunnah dakwah islamiyah bagi orang” yang mencintai dan dicinta Allah SWT.Peristiwa ini,disamping menjadi ujian keimanan bagi para pengikitnya,juga sekaligus mengandung mandat baginya untuk melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinnah.Ketika orang” kafir mendengar berita tentang kemungkinan hijrahnya Nabi saw,mereka segera menyusun rencana untuk membunuh Rosullullah.Akan tetapi,Rosullullah telah mendapat wahyu(QS 8:30).Peristiwa yang lainya adalah kesepakatan para pemuka quraisy untuk menghabisi kaum muslimin dan Rosullullah saw diDarun Nadwah.Namun kesepakatan ini di ketahui Rosullullah saw melalui wahyu yang turun kepadanya.”Dan(ingatlah),ketika orang-orang kafir(Quraisy)memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu.Mereka memikirka tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu.Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya(QS al-Anfal:30)
Rosullullah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah setelah turunnya ayat ini.para sahabat mulai meninggalkan Mekkah secara bergelombang.Rosulullah sendiri adalah orang terakhir pergi ke Madinah.Rosullullah saw menyiapkan hijrah ini secara matang.Sebab target utama kaum musyrik Mekkah adalah menggagalkan hijra kaum muslimin.Rosullullah saw meminta abu Bakar ash-Shiddiq menemaninya,dan seorang pemandu jalan yang bernama Abdullah bin Uraiqit untuk hijrah.Rosullullah saw meninggalkan rumah pada malam hari tangal 27 bulan shafar tahun ke 13 kenabian atau bertepatan dengan tanggal 12 atau 13 september tahun 622M.Perjalanan awal keluar Mekkah justru menempuh jalan yang berlawanan dengan jalan menuju Madinah.Hal ini dimaksudkan untuk mengecoh para pengejar.

0 komentar:
Posting Komentar