Pengaruh barat memang telah merasuk ke banyak bidang.Bukan hanya sampai ke kultur dan gaya hidup,melainkan juga sudah merambah ke hal ideologis.Bicara politik hari ini adalah jelas bicara barat.Demokrasi dengan serba pemilihan(pemilu,pilpres,pilgub sampai pil-RT RW),sudah jadi bagian yang tak terpisahkan.Umat Islam juga larut dalam sistem ini.Jika ditanya mengapa ikut.jawabnya tak ada pilihan lain.Dan sebagian umat yakin bawa inilah satu-satunya cara yang paling baik karena mewakili semua pihak.
Hari ini umat Islam amalkan politik barat,politik sekuler untuk tegakan Islam.Praktek yang segala cara di halalkan.Ada fitnah,juga ghibah.Bukan lagi mencaci namun sudah mengatakan pihak lain tak pantas dipilih.Sambil mengusung dada mengatakan diri sebagai yang terbaik hingga layak dan memang pantas untuk tampil.Politik sekuler demokrasi ini penuh dengan kebohongan dan intrik.Saling sindir,saling ejek dan saling menjatuhkan.Rakyat jelata diserbu dengan serangan fajar’.Sedang pengusaha dan yang punya uang,diundang danai kampanye.Rakyat disuap untuk memilih.Kelas atas menyuap untuk memilih.Bedanya Cuma antara di dan me.Dalam kondisi ini pengusaha jahat pun sudah jadi pahlawan.Tak jelas mana lagi yang buruk dan yang baik,mana kawan dan mana lawan.Siapapun yang terpilih,mendisain negara berdasarkan konsep barat.Apalagi pihak asing juga diam-diam sudah memberi sinyal dan pesan.Politik kotor dan khianat terlanjur jadi lazim.Alasan tiada cara lain.Jika nanti menang,segala keburukan politik akan dihilangkan.Sedang yang muslim terpilih,pun terbukti tetap tak merujuk Quran dan Hadits.Pertanyaan yang menggayut: Politik kotor digunakan untuk tegakan Islam,bisakah?
Sumber : Khalifah
7/24/2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar