6/09/2009

Sikap menghadapi masalah


Sebagai manusia,kita tentu akan menemui masalah.Tidak ada satupun antara kita tak pernah bermasalah.Dimanapun,dan dengan seiapapun,semuanya adalah potensi menimbulkan persoalan hidup.Namun,respon kita terhadap parsoalan hidup,ternyata berbeda.Ada darikita yang penik merespon masalah.Ada pula yang menjadi goyah,bahkan tidak sedikit yang stres.

Namun,tidak sedikit pula yang menghadapinya dengan senyum kebahagiaan.Mereka merespon persoalan dengan lapang dada dan merasa mantap.
Tak sedikitpun tersirat kepedihan dan duka diwajah dan tubuhnya.Mereka benar benar menikmati persoalan hidup yang muncul.
Apa yang dapat kita ambil dari masalah?Satu kata saja,yaitu sikap.YA,sikap hidup kita dalam merespon persoalan hidup.Persoalan hidup yang muncul ternyata bukan terletak pada persoalannya,tapi pada sikap kita menghadapi masalah.

Jika yang kita ke depankan pasrah,nrimo,tak neko neko,maka hasilnya adalah dampak yang positif,kebahagiaan dan yang sepadan dengannya.Tapi,jika kesempitan,keculasan,dan ketidak pasrahan yang muncul,maka kepedihan adalah hasilnya.Aksioma ini adalah fenomena sosial yang sulit terbantahkan.
Disinilah relevansinya ilmu yang mumpuni.Siapa saja yang ingin terbebas dari kesempitan diri,maka kejarlah ilmu yang bermanfaat serta berguna,bukan ilmu yang mencederai.Banyak orang memiliki ilmu tinggi,namun sangat sedikit yang mempunyai ilmu yang bermanfaat.Ilmu yang berguna adalah jalan untuk mencapai kebahagiaan.
Setelah itu tingkatkanlah keterampilan diri kita menghadapi persoalan hidup.Salah satunya dengan mempertajam hati dengan selalu berdzikir,mengingat kebesaranNya.Karena hati bersih dan tajam akan menuntut kita bersikap bijak dalam menghadapi persoalan hidup yang kian hari kian banyak dan rumit,seiring perkembangan usia,harapan,tuntutan,kebutuhan,dan tanggung jawab kita.

SUMBER:Rivai Hutapea.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar