11/20/2010

Teman dekat dan migrasi kepercayaan.

Radius kepercayaan kita kepada orang lain,seharusnya bermula dari kelluarga inti kita.Bahkan ditataran mereka pula kepercayaan utama itu kita bangun.Kepercayaan kepada keluarga dekat,hamper dipastikan secara umum adalah kepercayaan yang dibangun dengan dasar tanggung jawab.Kecuali dimana ada keluarga dekat yang saling menjegal dan merusak.Sementara kepercayaan kepada teman dekat tidak selalu seperti itu.Seorang ibu,menangis meratapi anak remajanya,disuatu acara talkshow.Anak yang dilahirkannya untuk sebuah harapan besar,ternyata terkena virus HIV.Awalnya dari perkara sangat tidak bermutu.Patah hati.


Dengan cinta yang lebih berisi syahwat,patah hati bagi anak itu adalah kiamat.Maka ia mengadu kepada temannya.Teman dekatnya menawarinya memakai narkoba untuk melupakan kisah sedih putus cinta yang dikreasinya terlalu sungguh-sungguh.Dari jarum suntik ke jarum suntik,ia menikmati tipuan rasa.Dan malapetaka itu menyergapnya.Kini virus HIV yang mematikan ada didalam tubuhnya.Entah sampai kapan?.

Berteman adalah panggilan naluri,karena itu,ketika islam dating sebagai agama yang palingmemahami naluri manusia,agama yang kita cintai ini membetulkan persepsi itu secara baik tentang bagaimana berteman.Mengajarkan kitabagaimna agar tidak kita tidak saling menjadi teman dekat yang menyandera.Bahkan lebih dari itu,diletakan islam kedalam interaksi yang efeknya bias sangat-sangat jauh.Sampai pada akhirat kelak.

“Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang diluarkalanganmu(karena)mereka tidak henti-hentinya(menimbulkan)kemudharatan bagimu.Merekamenyukai apa yang menyusahkanmu.Telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami),jika kamu memahaminya (QS.Ali Imran:18)

Salah satu rahasia mengapa islam membuat perintah yang sangat mengikat kuat,dan sangat tegas kepada para anak untuk menghormati orang tua,tidak menyakiti mereka,bahkan dengan sepotong kata ‘uh’.Rahasianya tidak lain dan tidak bukan karena menjaga agar tidak terjadi migrasi kepercayan dari keluarga inti kepada teman dekat.

“Dan kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik)kepada dua orang ibu bapaknya,ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,dan menyapinya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan dua orang ibu bapakmu,hanya kepada Kulah kembalimu(QS.Luqman :37)

Sementara pertemanan yang dekat,yang menyandera,bias berujung penyesalan.”Dan (ingatlah)hari(ketika itu)orang yang zalim menggigit kedua tangannya,seraya berkata:”Aduhai kiranya (dulu)aku mengambil jalan bersama-sama Rosul.Kecelakaan besarlah bagiku:kiranya aku(dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”(QS.Al Furqon:27)

Nasihat Umar.”Berhati-hatilah dengan teman dekatmu,kecuali yang takut kepada Allah dan taat kepadaNya.”Ini pasti bukan soal gampang.Dua hal yang sangat sedikit sekali bertambah,uang yang halal dan teman baik karena Allah yang kamu merasa nyaman kepadanya.berkata Ibnu Abdul Barr.

S0…

Beteman adalah panggilan naluri,tetapi tidak seharusnya itu menjadi migrasi kepercayaan yang berujung mengerikan..

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar