11/20/2010

Kedekatan yG menGhabisKan usia


Sebuah pertemanan dirajut karena keinginan untuk saling memberi atau menerima sesuatu yang mendatangkan manfaat.Sebab kita tahu bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan.Kita punya kekurangan,teman kita punya kekurangan.Lewat pertemanan itulah kita saling bertukar kelebihan.Maka tidak perlu ada kedekatan jika yakin tidak ada hal positif yang bias kita beri.Tak perlu ada pertemanan jika hanya akan menghabiskan usia dan waktu orang lain dengan hura-hura,canda dan tawa saja.
Ibnu Qudama Al-Maqdisi mengingatkan”ketahuilah,bahwasannya tidak dibenarkan sesorang mengambil setiap orang menjadi sahabatnya,tetapi dia harus mampu memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikan teman,baik dari segi sifatnya,perangainya atau lainnya,yang bias menimbulkan gairah berteman,dansesuai pula dengan manfaat yang bias diperoleh dari persahabatan tersebut itu.Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia,seperti karena,harta,kedudukan,atau sekedar senang melihat-lihat dan ngobrol saja.
Tetapi bukan itu tujuan kita..
Orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi 5 kriteria

1. Cerdas(berakal),karena kecerdasan sebagai modal utama,tidak ada kebaikan jika berteman dengan orang dungu,karena terkadang ia ingin menolongmu,tapi malah mencelakakanmu.
2. Berahlak baik,itu harus,karena orang yang cerdas sekalipun,kalau sedang marah atau dikuasai emosi,dia akan menuruti hawa nafsunya.Maka tidak baik pula berteman dengan orang cerdas tapi tak berahlak.
3. Tidak fasiq,seorang fasiq,dia tak punya rasa takut kepada Allah.Dan barangsiapa tidak takut kepada Allah,maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya.Dia juga tidak dapat dipercaya.
4. Bukan ahli bid’ah,kalau ahli bid’ah,jika kita berteman dengannya dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jelek kebid’ahannya itu.
Jadi…sipakah diri kita?Adakah sesuatu yang bias kita berikan untuk membuat hari-hari orang lain membawa manfaat saat ia bersama kita?
Jika kedekatan itu hanya akan menghabiskan usia seorang teman,sebaiknya kita menghindar saja dari kehidupannya.Sebab keberadaan kita disisinya mungkin hanya akan membuatnya merasa tersandera,tidak mendapatkan pertumbuhan salam dirinya dan tidak mendapatkan sesuatu yang berguna…

Jadilah Teman Dekat yang Tidak Menyandera

Teman adalh karunia,terlebih jika ada kedekatan yang membangkitkan gairah iman dan amal saat bersamnya.Dialah salah satu nikmat terbesar yang dimiliki seorang muslim dalam hidupnya.Tidak ada nikmat yang lebih baik dari teman yang shalih,yang diberikan seorang hamba setelah islam.Jika dia lupa,temannya mengingatkan,jika dia ingat ia membantunya.Siap diantara kalian mendapatkan cinta dari temannya hendaklah ia memegangnya,karena sesungguhnya hal itu sangat jarang ditemukan.Sesuatu yang paling umum dilakukan oleh seorang teman dekat kepada kita adalah,mencurahkan segala hal tentang dirinya,bahkan hingga rahasia pribadi yang barangkali dia sembunyikan dari seluruh dunia,termasuk dari orang tua dan kerabatnya.Ia melakukan itu karena ia begitu percaya kepada kita.Ia sangat yakin bahwa kita tidak akan membeberkan secuilpun aib yang ada pada dirinya.Maka kewajiban kita kepadanya,adalahmenjaga kepercayaan itu,sebaik-baiknya.Memberi kepercayaan yang lebih kepada seseorangteman dekat pada dasarnya adalah hal yang biasa dan wajar,tapi sebagianorang terkadang tidak menyadari kalau tindakan tersebut juga bias berakibat fatal.Sebab tidak semua teman dekat ternyata mampu merawat kepercayaan itu seperti keinginan kita,karena Ibnuk Jauzi mengingatkan,”jika berbicara dengan temanmu,janganlah membicarakan segala hal dan rahasia pribadi dengannya.Lebih baik engkau berjanji untuk melakukan kebaikan kepadanya.Pesan ini mengajak kita untuk selalu mawas,sebab memang kondisi seseorang seringkali tiba-tiba berubah,dari dekat menjadi jauh.

Teman dekat dan migrasi kepercayaan.

Radius kepercayaan kita kepada orang lain,seharusnya bermula dari kelluarga inti kita.Bahkan ditataran mereka pula kepercayaan utama itu kita bangun.Kepercayaan kepada keluarga dekat,hamper dipastikan secara umum adalah kepercayaan yang dibangun dengan dasar tanggung jawab.Kecuali dimana ada keluarga dekat yang saling menjegal dan merusak.Sementara kepercayaan kepada teman dekat tidak selalu seperti itu.Seorang ibu,menangis meratapi anak remajanya,disuatu acara talkshow.Anak yang dilahirkannya untuk sebuah harapan besar,ternyata terkena virus HIV.Awalnya dari perkara sangat tidak bermutu.Patah hati.


Dengan cinta yang lebih berisi syahwat,patah hati bagi anak itu adalah kiamat.Maka ia mengadu kepada temannya.Teman dekatnya menawarinya memakai narkoba untuk melupakan kisah sedih putus cinta yang dikreasinya terlalu sungguh-sungguh.Dari jarum suntik ke jarum suntik,ia menikmati tipuan rasa.Dan malapetaka itu menyergapnya.Kini virus HIV yang mematikan ada didalam tubuhnya.Entah sampai kapan?.

Berteman adalah panggilan naluri,karena itu,ketika islam dating sebagai agama yang palingmemahami naluri manusia,agama yang kita cintai ini membetulkan persepsi itu secara baik tentang bagaimana berteman.Mengajarkan kitabagaimna agar tidak kita tidak saling menjadi teman dekat yang menyandera.Bahkan lebih dari itu,diletakan islam kedalam interaksi yang efeknya bias sangat-sangat jauh.Sampai pada akhirat kelak.

“Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang diluarkalanganmu(karena)mereka tidak henti-hentinya(menimbulkan)kemudharatan bagimu.Merekamenyukai apa yang menyusahkanmu.Telah nyata kebencian dari mulut mereka,dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami),jika kamu memahaminya (QS.Ali Imran:18)

Salah satu rahasia mengapa islam membuat perintah yang sangat mengikat kuat,dan sangat tegas kepada para anak untuk menghormati orang tua,tidak menyakiti mereka,bahkan dengan sepotong kata ‘uh’.Rahasianya tidak lain dan tidak bukan karena menjaga agar tidak terjadi migrasi kepercayan dari keluarga inti kepada teman dekat.

“Dan kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik)kepada dua orang ibu bapaknya,ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,dan menyapinya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan dua orang ibu bapakmu,hanya kepada Kulah kembalimu(QS.Luqman :37)

Sementara pertemanan yang dekat,yang menyandera,bias berujung penyesalan.”Dan (ingatlah)hari(ketika itu)orang yang zalim menggigit kedua tangannya,seraya berkata:”Aduhai kiranya (dulu)aku mengambil jalan bersama-sama Rosul.Kecelakaan besarlah bagiku:kiranya aku(dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”(QS.Al Furqon:27)

Nasihat Umar.”Berhati-hatilah dengan teman dekatmu,kecuali yang takut kepada Allah dan taat kepadaNya.”Ini pasti bukan soal gampang.Dua hal yang sangat sedikit sekali bertambah,uang yang halal dan teman baik karena Allah yang kamu merasa nyaman kepadanya.berkata Ibnu Abdul Barr.

S0…

Beteman adalah panggilan naluri,tetapi tidak seharusnya itu menjadi migrasi kepercayaan yang berujung mengerikan..

11/19/2010

Abu Bakar as-Shidiq

Dia masih termasuk kerabat Nabi,dari kakaknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai.Nama lengkapnya Abdullah bin Amir bin Ka’ab bin sa’ad bin Tai’in bin Murrah bin Na’as bin Lu’ai bin Ghalib bin Finr Al Qurasy At-Taini.Ketika Nabi menjalani Isra mi’raj,orang” Quraish mengingkari peristiwa tersebut sebagai karangannya Muhammad.Tapi Abu Bakar justru membenarkan.Sehingga Allah pun mempersaksikan persahabatan Rosullullah dengan Abu Bakar didalam Alqur’an.
“…sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua,diwaktu dia berkata kepada sahabatnya,”Janganlah kamu berduka cita,sesungguhnya Allah berserta kita.”(QS at-Taubah 40)
Aisyah,Abu Said dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini menyatakan,”Abu Bakarlah yang mengiringi nabi dalam gua tersebut”.
Allah juga berfirman.” Dan orang-orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya ,mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”(Az-Zumar 33)
Al-Imam adz-Dzahabi setelah membawakan ayat ini dalam kitabnya Al-kabaa-ir,beliau meriwayatkan bahwa ja’far Shadiq berujar,”tidak ada perselisihan lagibahwa orang yang datang dengan membawa kebenaran adalah Roaullullah,sedangkan yang membenarkannya adalah Abu Bakar.Dari Amru bin Al Ashra,bahwa Rosullullah mengutusnya atas pasukan Dzatus salasil,” aku lalu mendatangi beliau dan bertanya,”siapa manusia yang paling engkau cintai?”beliau menjawab,”Aisyah.”Aku berkata,”kalau lelaki?”beliau menjawab ayahnya (Abu Bakar)”aku berkata “lalu siapa?”beliau menjawab.”Umar”,lalu menyebutkan beberapa orang lelaki(HR.Bukhari dan Muslim)
Masa Kekhalifahan
Menurut ulama ahli sejarah,Abu Bakar menerima jasa memerah susu kambing untuk penduduk desa,ketika beliau telah dibaiat menjadi khalifah,ada seorang wanita desa berkata”sekarang Abu Bakar tidak akan lagi memerahkan susu kambing kami.”
Perkataan itu didengar oleh Abu Bakar,sehingga beliau berkata,”Tidak,bahkan aku akan tetap menerima jasa memerah susu kambing kalian.Sesungguhnya aku berharap dengan jabatan yang telah aku sandang sekarang,ia sama sekali tidak merubah kebiasaanku dimasa silam.”Terbukti Abu Bakar tetap memerahkkan susu kambing-kambing mereka.
Menurut para ulama ahli sejarah,Abu Bakar meninggal dunia pada malam selasa,tepatnya antara waktu magrib dan isya pada tanggal 8 jumadil awal 13 H.Namun ada juga yang mengatakan tanggal 27 Jumadil Akhir 13H.
Usia beliau ketika meninggal dunia adalah 63 tahun.Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma binti Uwais,istri beliau.Kemudian jenazahnya dimakamkan disamping makam Rosullullah.Umar mensholati jenazahnya diantara makam nabi dan mimbar(ar-Raudah)Yang turun langsung kedalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurahman bin Abu Bakar,Umar,Utsman,dan Thalhah bin Ubaidillah.

Putera-puterinyanya
a. Abdullah, awal masuk islam sehingga termasuk sahabat. Diasaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar bersembunyi di dalam goa menghindari kejaran kafir Quraisy, ia pernah masuk goa itu juga. Dia terkena anak panah di Thaif, meninggal di saat ayahnya mengemban khilafah.

b. Asma’, pemilik dua ikat pinggang. Istri Zubeir bin Awwam. Hijrah ke Madinah di saat mengandung Abdulllah bin Zubeir. Sehingga Abdullah merupakan orang islam pertama yang lahir setelah hijrah. Ibu Asma’ adalah Qutailah binti Abdul Uzza berasal dari Bani Luay meninggal dalam keadaan kafir.

c. Aisyah binti as-Siddiq, istri Nabi
Ia memiliki saudara seayah dan seibu yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar, yang berada di barisan kaum musyrikin pada perang Badar, namun setelah itu ia masuk islam. Ibu Aisyah adalah Ummu Ruman binti Amir bin Uaimir bin Abdu Syams bin Attab bin Udzinah bin Subai’ bin Duhman bin al Harits. Masuk islam, dan ikut hijrah ke madinah dan wafat di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Cucu Abu Bakar: Abu Atik Muhammad bin Abdurrahman lahir di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,termasuk sahabat. Sehingga kami tidak tahu keluarga lain (selain Abu Bakar) yang dengan empat keturunan, semuanya tergolong sahabat (ayah Abu Bakar-Abu Bakar-Abdurrahman-Abu Atik)

d. Muhammad bin Abu Bakar. Lahir pada zaman haji wada’. Meninggal di Mesir dan dikuburkan disana. Ibunya adalah Asma’ binti Umais al Khots’amiyyah.

e. Ummu Kultsum binti Abu Bakar. Lahir setelah Abu Bakar wafat. Ibunya adalah Habibah, riwayat lain menyebutkan Fakhitah binti Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair al Anshari. Ia dinikahi Thalhah bin Ubaidillah

Semua putera-puteri Abu Bakar adalah sahabat Nabi, kecuali Ummu Kultsum.