1/16/2011

Rahma el-Yunusiyah


“Diniyah School Putri selalu akan mengikhtiarkan penerangan agama dan meluaskan kemajuannya kepada perempuan” yang selama ini susah mendapatkan penerangan dengan secukupnya daripada kaum lelaki lantaran kebanyakn perempuan segan bertanya kepadanya.Inilah yang menyebabkan terjauhnya perempuan islam daripada penerangan agamanya sehingga menjadikan perempuan itu rendam karam kedalam kejahilan.
…saya harus mulai,dan saya yakin akan banyak pengorbanan dituntut dari diri saya,…jika kakanda bias,kenapakah saya,adiknya,tidak bias.Jika lelaki bisa,kenapa perempuan tidak bisa.”
Kutipan diatas adalah ungkapan Rahma el-Yunusiyah(1318-1388/1900-1969)
Dia lahir pada jumat pagi 20 dec 1900/1 Rajab 1318,dinegri Bukit surungan padang panjang dari pasangan Rafi’ah dan Muhammad Yunus bin Imanuddin.Rahmah adalah anak bungsu dari lima bersaudara.Zaenudin Labay adalah kakak sulungnya,dia adalah guru yang banyak memberikan bimbingan dan dorongan yang sangat berarti bagi perkembangan intelektual Rahmah.Meski tidak mendapatkan pendidikan formal yang memadai,ia hanya sempat menempuh sekolah dasr selama 3 tahun dikota kelahirannya.Kemampuan Rahmah dalam baca-tulis Arab dan latin diperoleh melalui bimbingan kedua kakknya ZaenudinLabay dan Mohammad Rasyid.Ia juga aktif belajar sendiri dengan cara membaca buku” karangan Labay.Kecerdasan Rahmah mendoronmg dirinya untuk bersikap kritis,tidak lekas puas,dan selalu mencari sesuatu yang baru.Ketika merasa tidak puas dengan system koedukasi pada Diniyah School,yang kurang memberikan penjelasan secara terbuka pada siswa putrid mengenai persoalan khusus perempuan,ia merasa perlumeperdalam pelajaran agamanya disore haridengan berguru kepada haji rosul(Haji Abdullah karim Amrullah),ayah buya Hamka disurau jembatan Besi,Padang Panjang.Tiga orang kawan yang ikut belajar bersama Rahmah adalah Rasuna Said dari maninjau,Nanisah dari Bulaan Gadang Banuhampu,dan Jawana Basyir(Upik Panjang) dari Lubuk Alung.
Semangat belajarnya tidak surut meskipun ia telah berhasil mewujudkan cita”nyamemberikan pendidikan pada kaum perempuan melalui Diniyah School Putri.Ia terus belajar menambah wawasan dan kemahiran.Sekitar tahun 1931,ia mengikuti kursus ilmu kebidanan di RSU Kayu Taman dan mendapat ijin dari dokter untuk membuka praktek.Selain itu dia belajar ilmu kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan(P3K).Rahmah juga belajar gimastik dari seorang guru Belanda.
Berulang kali Rahmah memohon petunjuk kepada Allah perihal cita”nya untuk mengikhtiarkan penerangan agama dan meluaskan kemajuannya kepada perempuan” yang selama ini sudah mendapatkan penerangan agama islam dengan secukupnya daripadakaum lelaki lantaran kebanyakan perempuan segan bertanya kepadanya.Inilah yang menyebabkan terjauhnya perempuan” islam dari penerangan agamanya sehingga perempuan itu redam karam kedalam kejahilan(kebodohan).
Sebagaimana tertuang dalam doanya yang ditulis buku catatannya,
Ya Allah..Ya Rabbi,bila ada dalam ilmuMu apa yang menjadi cita”ku ini untuk mencerdaskan anak” bangsaku terutama anak” perempuan yang masih jauh tercecer dalam bidang pendidikan dan pengetahuan,ada baiknya Engkau ridhoi,maka mudahkan ya Allah…jalan menuju cita”ku itu.Ya Allah,berikanlah yang terbaik untuk hamba-Mu yang lemah ini.Aaminn
Belia meninggal pada hari rabu 26 feb 1969/9zulhijah 1388,pukul 18.00 menjelang magrib dirumahnya.

Semoga di Indonesia kita ini akan lahir kembali Rahma-Rahmah yang lain…aaminn^_*

1/15/2011

Hasan Al-Banna


Dalam sebuah ceramahnya ,Hasan Al-Bannna mengatakan sesungguhnya kehidupan didunia ini hanya digerakan oleh sedikit manusia.Lalu,ia membuat sebuah peta tentang manusia,terutama seorang muslim.”Dari seluruh muslim yang ada,hanya sedikit yang sadar,dari sedikit yang sadar itu,hanya sedikit lagi yang berdakwah.
Dari jumlah yang sedikit dan berdakwah,lebih sedikit lagi yang berjuang.Dan dari sedikit yang berjuang hanya sedikit lagi yang sabar.Begitu pula dari mereka yang sedikit bersabar,lebih sedikit lagi yang sampai pada akhir perjalanan.Kita sering tertipu pada jumlah,pada besar atau banyaknya.Sebab menjadi dari yang sedikit,selalu lebih berat daripada menjadi bagian dari yang berjumlah besar.Karena,dari sedikit orang itulah perubahan bermula.
“Sayyid Qutb,salah seorang murid Hasan Al-banna yang tak pernah berjumpa langsung dengannya,berkata”Dalam islam telah banyak lahir para juru dakwah,tapi sedikit saja dari mereka yang mampu membangunkan umat islam.Dan Hasan Al-Banna adalah seorang pejuang yang membangunkan umat islam dengan seruan”nya.
Lahir pada tanggal 17 oktober 1906 di mahmudiyah sebuah wilayah yang indah dipropinsi Buhairah,90km dari kairo,Mesir.
Hasan Al-Banna lahir ditengah-tengah keluarga yang membesarkannya dengan islam.Ayahnya syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna Al-Sa’ati adalah seorang ahli fiqih dan pakar hadist.Saat usianya menginjak 14 tahun,30 jus Al-Quran telah berhasil dihafalnya.Hasan Al-Banna adal seorang arsistek sebuah perubahan.Bahkan ia seolah olah dilahirkan untuk membangun kembali harga diri umat yang sedang runtuh dan melorot.Pembangunan itu ia mulai dengan mendirikan madrasah terbesar dalam sejarah gerakan dakwah.Madrasah Hasan Al-Banna.Penyebutan madrasah ini disematkan oleh salah satu kader terbaik ikhwanul muslim,syaikh Yusuf Al-Qardawi.Dua tujuan madrasah ini adalah ilmiyah dan amaliyah(ilmu dan amal).
Untuk menyiapkan kader-kader yang berjiwa besar dan berahlak mulia,ikhwanul muslimin memiliki system tarbiyah atau pendidikan yang dirumuskan oleh imamnya sendiri sbb..
Paham,ikhlas,amal,jihad,taat,tsabat(bersungguh”).tajjarud(membersihkan diri dari paham/pemikiran diluar islam)ukhuwah.Pada tahun 1947-1948,ikhwanul muslimin,dengan dipimpin langsung oleh sang imam,mengirimkan 10.000 pasukan pejuang ikhwan ke Palestine untuk membebaskan tanah suci itu dari penjajah zionis Israel.Pasukan gagah berani yang tak dikenal sama sekali oleh dunia arab saat itu.Pasukan yang keluar dan dilahirkan oleh system pendidikan ikhwanul muslim,dari madrasah Hasan Al-Banna.
Pada tanggal 12 feb 1949 disuatu pagi,peristiwa besar terjadi.Menurut Fathi Yakan ,seorang petinggi militer Mesir bernama Mahmud Abdul Majid mengutus pembantaian terkeji pada Hasan Al-Banna.Didepan kantor pusat pemuda ikhwanul muslim,peluru”berhamburan menembus tubuhnya,Hasan Al-Banna meregang nyawa.Ia dilarikan ke rumah sakit,tapi inteljen yang keji telah mempersiapkan segalanya.Aliran listrik dipadamkan,dokter dan perawat telah diancam agar tidak memberikan,apalagi menyelamatkan nyawanya.Darah terus mengucur dari tubuhnya,karena terlalu banyak darah yang mengalir,akhirnya..peristiwa dipagi buta itu mengantarkannya kepada Rabbnya yang paling mulia.Hasan Al-Banna menumui syahidnya.Tapi gerakan ini tak bias mati,gerakan ini seperti air yang akan terus mengalir meskipun dibendung sekuat apapun.Gerakan ikhwanul muslim menjadi warisan terbesar,warisan yang lebih mulia dari intan dan permata,warisan yang akan mengantarkan kita pada ajaran mulia yang diturunkan Allah SWT dan Rosulnya,warisan yang akan menyelamtkan manusia…
AllahhuuAkbaRr…^_^