
“Diniyah School Putri selalu akan mengikhtiarkan penerangan agama dan meluaskan kemajuannya kepada perempuan” yang selama ini susah mendapatkan penerangan dengan secukupnya daripada kaum lelaki lantaran kebanyakn perempuan segan bertanya kepadanya.Inilah yang menyebabkan terjauhnya perempuan islam daripada penerangan agamanya sehingga menjadikan perempuan itu rendam karam kedalam kejahilan.
…saya harus mulai,dan saya yakin akan banyak pengorbanan dituntut dari diri saya,…jika kakanda bias,kenapakah saya,adiknya,tidak bias.Jika lelaki bisa,kenapa perempuan tidak bisa.”
Kutipan diatas adalah ungkapan Rahma el-Yunusiyah(1318-1388/1900-1969)
Dia lahir pada jumat pagi 20 dec 1900/1 Rajab 1318,dinegri Bukit surungan padang panjang dari pasangan Rafi’ah dan Muhammad Yunus bin Imanuddin.Rahmah adalah anak bungsu dari lima bersaudara.Zaenudin Labay adalah kakak sulungnya,dia adalah guru yang banyak memberikan bimbingan dan dorongan yang sangat berarti bagi perkembangan intelektual Rahmah.Meski tidak mendapatkan pendidikan formal yang memadai,ia hanya sempat menempuh sekolah dasr selama 3 tahun dikota kelahirannya.Kemampuan Rahmah dalam baca-tulis Arab dan latin diperoleh melalui bimbingan kedua kakknya ZaenudinLabay dan Mohammad Rasyid.Ia juga aktif belajar sendiri dengan cara membaca buku” karangan Labay.Kecerdasan Rahmah mendoronmg dirinya untuk bersikap kritis,tidak lekas puas,dan selalu mencari sesuatu yang baru.Ketika merasa tidak puas dengan system koedukasi pada Diniyah School,yang kurang memberikan penjelasan secara terbuka pada siswa putrid mengenai persoalan khusus perempuan,ia merasa perlumeperdalam pelajaran agamanya disore haridengan berguru kepada haji rosul(Haji Abdullah karim Amrullah),ayah buya Hamka disurau jembatan Besi,Padang Panjang.Tiga orang kawan yang ikut belajar bersama Rahmah adalah Rasuna Said dari maninjau,Nanisah dari Bulaan Gadang Banuhampu,dan Jawana Basyir(Upik Panjang) dari Lubuk Alung.
Semangat belajarnya tidak surut meskipun ia telah berhasil mewujudkan cita”nyamemberikan pendidikan pada kaum perempuan melalui Diniyah School Putri.Ia terus belajar menambah wawasan dan kemahiran.Sekitar tahun 1931,ia mengikuti kursus ilmu kebidanan di RSU Kayu Taman dan mendapat ijin dari dokter untuk membuka praktek.Selain itu dia belajar ilmu kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan(P3K).Rahmah juga belajar gimastik dari seorang guru Belanda.
Berulang kali Rahmah memohon petunjuk kepada Allah perihal cita”nya untuk mengikhtiarkan penerangan agama dan meluaskan kemajuannya kepada perempuan” yang selama ini sudah mendapatkan penerangan agama islam dengan secukupnya daripadakaum lelaki lantaran kebanyakan perempuan segan bertanya kepadanya.Inilah yang menyebabkan terjauhnya perempuan” islam dari penerangan agamanya sehingga perempuan itu redam karam kedalam kejahilan(kebodohan).
Sebagaimana tertuang dalam doanya yang ditulis buku catatannya,
Ya Allah..Ya Rabbi,bila ada dalam ilmuMu apa yang menjadi cita”ku ini untuk mencerdaskan anak” bangsaku terutama anak” perempuan yang masih jauh tercecer dalam bidang pendidikan dan pengetahuan,ada baiknya Engkau ridhoi,maka mudahkan ya Allah…jalan menuju cita”ku itu.Ya Allah,berikanlah yang terbaik untuk hamba-Mu yang lemah ini.Aaminn
Belia meninggal pada hari rabu 26 feb 1969/9zulhijah 1388,pukul 18.00 menjelang magrib dirumahnya.
Semoga di Indonesia kita ini akan lahir kembali Rahma-Rahmah yang lain…aaminn^_*

