6/26/2012

dEnDam iTu...

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan “permainan”. Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, tergantung jumlah orang-orang yang dibenci. Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu. Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir. Ibu Guru bertanya, “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?” Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan. “Seperti itulah kebencian/dendam yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya…” Dendam merupakan sifat yang tidak terpuji,karena dendam lahir akibat dari seseorang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.Dendam,merupakan gambaran seseorang yang tidak mampu memelihara ahlak yang baik dengan sesama manusia.Dendam adalah sebuah penyakit yang akan menggerogoti nilai-nilai keluhuran silaturahmi.Jangan harap seorang pedendam akan bisa memiliki banyak teman,dia hanya akan berkawan dengan orang-orang yang tertentu yang mendukung dendam.Artinya dia hanya akan bergaul dengan orang orang yang sama sama memiliki sifat pedendam.Sahabat..sesungguhnya dendam,hanya akan mengotori hati dan pikiran.Sehingga akan menghambat kemampuan berpikir tentang hal hal yang justru akan menjadi bahan bagi landasan jalan menuju kebahagaian.Seorang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain,adalah seorang yang tidak mampu mengingat kebaikan dari orang yang telah berbuat kesalahan padanya.Yang tinggal hanyalah kesalahannya saja,sehingga kata maaf dalam hatinya begitu sulit untuk diberikan kepada orang yang telah berbuat salah,atau yang telah menyakitinya.

6/22/2012

Imam Tirmidzi

Imam Turmidzi atau At Turmuazi atau At tirmidzi,nama aslinya adalah Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi.Beliau penah belajar hadist dari imam Bukhari.Beliau menyusun kitab sunan At Turmudzi dan Al Ilal.Karyanya yang masyur yaitu kitab Al-Jami ( Jami’At Tirmidzi ) Ia juga tergolong salah satu “ Kutubus Sittan “ ( Enam kitab pokok Bidang hadist dan Ensklopedia hadis terkenal ).Al Hakim mengatakan “ saya pernah mendengar Umar bin Alak mengomentari pribadi At Tarmidzi sebagai berikut : Kematian Imam Bukhari tidak meninggalkan murisnya yang lebih pandai di Khurasan selain daripada Abu’Isa At Turmudzi dalam hal luas ilmunya dan hafalannya.Beliau dilahirkan di Tirmiz.Semenjak kecil ia sudah gemar mempelajari ilmu dan mencari hadist. Untuk keperluan inilah ia mengembara ke berbagai negri seperti Hijaz,Irak,Khurasan dll.Setelah menjalani perjalanan panjang untuk belajar,mencatat,berdiskusi dan tukar pikiran serta mengarang,ia pada akhir kehidupannya mendapat musibah kebutaan,dan beberapa tahun lamanya ia hidup sebagai tuna netra.Dalam keadaan seperti inilah akhirnya beliau meninggal dunia di Tirmiz pada malamsenin 13 Rajab tahun 279H (8 oktober 892)dalam usia 70 tahun.Guru –guru beliau antara lain,Imam Bukhari,Imam Muslim,Abu Dawud,Qutaibah bin Saudi Arabia’id,Ishaq bin Musa,Mahmud bin Gailan,Said bin Abdul Rahman,Muhammad bin Basyar’Ali bin Hajar,Ahmad bin muni,Muhammad bin al-Musamma dll.Murid-muridnya antara lain : Makhul Ibnul-Fadl,Muhammad bin Mahmud’Anbar,Hammad bin Syahir,Al Hai sam bin kulaib Asy Syasyi,Ahmad bin Yusuf an Nasafi,Abdul ‘Abbas Muhammad bin Mahmud al Mahbubi,yang meriwayatkan kitab Al-Jami daripadanya dll Karya-karyanya : 1.Kitab Al-Jami (sunan at-Tirmizi 2.Kitab Al-ilal 3Kitab At-Tarikh 4.Kitab Asy Syama’il an Nabawiyyah 5.kitab Az-Zuhd 6.kitab Al Asma –wal-kuna..

Ibnu Majjah

Dari sekian puluh ulama yang dikenal sebagai ahli hadist dan banyak meriwayatkan sabda-sabda nabi adalah Imam Ibnu Majjah.Bernama lengkap Abu Abdullah Muhammmad bin Yazid Majjah ar Rabi’I al-Qarwini.Dan beliau lebih akrab dipanggil ibnu Majjah.Ia dilahirkan di Qazwin,Irak pada 209H/824M.Sebutan Majjah dinisbahkan kepada ayahnya Yazid,yang juga dikenal dengan nama Majjah Maulana Rab’at.Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa majjah adalah ayah dari yazid.Namun demikian pendapat pertama tampaknya lebih valid.Dia mulai menekuni ilmu hadist pada usia 15 tahun pada seorang guru ternama kala itu,yaitu Ali bin Muhammad at-Tanafasi. Puluhan negri telah ia kunjungi,antara lain Rayy(Teheran),Basra,Kufah,Baghdad,Khurasan,Suriah,dan Mesir. Dari pengembaraannya ini,tak sedikit ulama yang akhirnya meriwayatkan hadist dari Ibnu Majjah.Antara lain,Al-Qartaa,Ahmad bin Ibrahim dsb.Dibidang tafsir,ia antara lain menulis tafsir Al-quranul karim.Dibidang sejarah,ibnu Majjah menulis buku At-Tarikh.Lantaran tak begitu monumental,kemungkinan besar ke dua karya tersebut tak sampai ke tangan generasi islam berikutnya.Yang menjadi monumental dan popular dikalangan muslim dan litelatur klasik dari ibnu Majjah adalah dibidang hadis berjudul kitab sunan Ibnu Majjah.Tak hanya hokum islam,dalam kitab sunan ibnu Majjah tersebut juga membahas masalah-masalah akidah dan muamalat.Dari sekian banyak hadist yang diriwayatkan,beberapa kalangan ulama mengkategorikan sebagiannya sebagaihadis lemah.Setelah sekian lama mendedikasikan hidup dan pikirannya kepada islam,sang khaliq akhirnya memanggilnya pada tanggal 22 Ramadhan,273H/887M.Ia dimakamkan di tanah kelahirannya,Qazwin,Irak